Jika Tubuh Sedang Dalam Kondisi Seperti Ini, Jangan
Berolahraga Terlebih Dahulu
Salah satu kunci untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan
bugar adalah dengan rutin melakukan olahraga. Pakar kesehatan menyarankan kita
untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari demi menjaga kesehatan. Hanya
saja, jika tubuh ternyata sedang dalam kondisi seperti ini, ada baiknya kita
tidak memaksakan diri untuk berolahraga karena justru akan memberikan dampak
buruk bagi kesehatan.
Sedang mengalami demam
Jika kita merasakan badan sedang tidak fit atau bahkan
mengalami demam, maka ini adalah tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan
istirahat, bukannya digunakan untuk melakukan aktifitas fisik seperti
berolahraga. Beristirahatlah hingga tubuh terasa pulih atau lebih bugar.
Kelelahan
Kadangkala, berbagai kesibukan di tempat kerja membuat fisik
dan pikiran kita terkuras dan akhirnya membaut tubuh kelelahan. Ada baiknya
kita tidak memaksakan diri untuk berolahraga dan beristirahat dengan baik agar
tubuh menjadi lebih fit.
Cedera
Meskipun kita sedang berada dalam program diet atau memang
sangat suka dengan olahraga tertentu, ada baiknya kita tidak melakukan olahraga
saat tubuh sedang mengalami cedera. Jika kita memaksakan diri untuk
berolahraga, bisa jadi cedera ini semakin parah dan tidak kunjung sembuh.
Istirahatkan tubuh dan fokuslah untuk memulihkan cedera ini agar lebih cepat
sembuh.
Tubuh terasa nyeri
Berbagai aktifitas, termasuk olahraga ternyata bisa memicu
nyeri pada otot. Jika kita mulai merasakan sensasi ini setelah berolahraga,
pastikan untuk memulihkan kondisi tubuh terlebih dahulu dan tidak memaksakan
diri untuk berolahraga kembali. Jika kita tetap berolahraga, maka bisa jadi
rasa nyeri ini semakin parah atau memicu datangnya cedera.
Mana yang Lebih Sehat, Tahu atau Tempe?
Tahu dan tempe telah menjadi bahan makanan yang sangat akrab
bagi masyarakat Indonesia. Tak hanya berharga murah dan mudah diolah menjadi
berbagai masakan yang lezat, tahu dan tempe dikenal sebagai sumber protein
nabati yang sangat baik bagi kesehatan.
Baik tahu maupun tempe dibuat dari bahan baku yang sama,
yakni kedelai. Hal ini membuat banyak orang berpikir jika kandungan gizi
keduanya cenderung sama. Sebenarnya, mana yang lebih sehat dan lebih bergizi
dari keduanya?
Tahu terbuat dari susu kedelai yang dipadatkan sehingga
memiliki rasa yang cenderung lebih tawar, lembut, namun menyerap cita rasa dari
bumbu yang kita masukkan di dalamnya. Sementara itu, tempe memiliki bau,
tekstur, dan rasa khas kedelai yang sangat kuat. Proses pembuatan tempe adalah
fermentasi dengan bantuan jamur rizhopus oligosporus, bukannya dipadatkan
seperti tempe.
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tahu ternyata memiliki
lebih banyak kandungan mineral dari senyawa koagulan. Sementara itu, tempe
memiliki lebih banyak vitamin yang didapatkan dari proses fermentasi saat
pembuatannya. Kandungan gizi tempe lebih padat dibandingkan tahu sehingga kita
bisa menemukan kandungan kalori, karbohidrat, protein, lemak, hingga serat yang
lebih tinggi dari tahu. Selain itu, kandungan senyawa isoflavone yang mencegah
datangnya kankerjuga lebih tinggi di dalam tempe daripada tahu.
Melihat adanya fakta ini, tempe bisa dipastikan jauh lebih
bergizi jika dibandingkan dengan tahu. Namun, cara memasak tempe yang
seringkali digoreng dengan menambahkan tepung atau garam akan membuat makanan
ini menjadi kurang sehat bagi jantung atau pembuluh darah. Melihat adanya fakta
ini, ada baiknya memang kita memasak tempe dengan cara yang sehat agar bisa
mendapatkan manfaatnya dengan maksimal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar